Awas Bahaya Junk Food

Makanan yang banyak mengandung goreng-gorengan, cemilan bergaram dan daging menyebabkan 35 persen serangan jantung di dunia. Demikian hasil penelitian sejumlah pakar di Kanada, Senin (20/10).
Studi di 52 negara memperlihatkan orang yang menyantap makanan terdiri atas daging, telur dan junk food lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung, sementara mereka yang mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran memiliki resiko yang lebih rendah. Penelitian tersebut mendukung temuan sebelumnya yang memperlihatkan junk food dan lemak hewani dapat mengakibatkan sakit jantung, dan terutama serangan jantung.

Dr Salim Yusuf di McMaster University di Ontario, Kanada, dan rekannya menanyai lebih dari 16.000 pasien, 5.700 di antara mereka baru saja mengalami serangan jantung pertama. Mereka mengambil contoh darah dan meminta setiap pasien mengisi formulir terperinci mengenai kebiasaan makan mereka antara Februari 1999 dan Maret 2003. Mereka membagi relawan jadi tiga kelompok. "Faktor pertama diberi nama ’Oriental’ karena banyak berisi tahu putih dan kedele dan saus lain," tulis mereka di dalam laporan yang disiarkan di jurnal Circulation. "Faktor kedua diberi nama ’Barat’ karena banyak berisi makanan yang digoreng, cemilan bergaram dan daging. Faktor makanan ketiga diberi judul ’hati-hati’ karena banyak berisi buah dan sayur-mayur," katanya.

Orang yang makan lebih banyak buah dan sayuran memiliki resiko serangan jantung 30 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang memakan sedikit buah atau bahkan tidak makan buah sama sekali. Orang yang mengonsumsi makanan Barat memiliki resiko serangan jantung lebih 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengkonsumsi makanan yang digoreng atau daging.

Temuan tersebut penting karena belum jelas apakah makanan atau faksi lain yang menimbulkan resiko serangan jantung. Makanan yang kaya akan kandungan mungkin berhubungan dengan gaya hidup yang lebih kaya yang meliputi sedikit atau tanpa olahraga, misalnya. Para peneliti itu menyatakan bahwa sakit jantung tak hanya menyerang orang kaya. "Rata-rata 80 persen sakit jantung dan saluran pernafasan di dunia terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah," tulis mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar