Ciri-ciri Pilek yang Bisa Menular

Meski batuk dan hidungnya masih meler, kuman penyebab pilek bisa saja sudah tertidur sehingga tidak menular. Sebaliknya meski tidak ada gejala, pada masa-masa tertentu pilek tetap menular. Bagaimana mengenali pilek yang masih menular?

Ada beberapa jenis pilek, sehingga masa kritis penularannya sangat dipengaruhi oleh jenis dan karakteristik kuman yang menyebabkanya. Ada yang baru menular setelah muncul gejalanya, ada juga yang diam-diam sudah menular meski belum ada tanda-tanda infeksi.

Beberapa jenis pilek beserta tanda-tanda yang menunjukkan masa kritis penularannya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Health24, Senin (18/7/2011).

1. Pilek biasa (common cold)
Ada sekitar 200 jenis virus yang bisa menyebabkan pilek, hampir semuanya ditularkan melalui udara dan hanya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan termasuk mengenakan masker saat banyak orang kena pilek.

Gejalanya antara lain bersin-bersin, batuk, hidung meler dan radang tenggorokan. Meski demikian, pilek bisa menular sejak 1 hari sebelum muncul gejala hingga 8 hari sesudahnya.

2. Flu (Flu Musiman maupun Flu Burung)
Selain batuk-batuk, infeksi kedua jenis flu ini dicirikan dengan lendir pernapasan termasuk dahak dan ingus. Lendir-lendir itulah yang paling banyak menularkan virus penyebabnya.

Prof Linda Meloy, MD dari Virginia Commonwealth University mengatakan, flu paling menular pada 3 hari pertama sejak muncul gejala dan ketika pasien mengalami demam tinggi. Namun perlu diwaspadai, flu bisa menular sejak 1 hari sebelum gejalanya muncul hingga 7 hari sesudahnya.

3. Pilek Akibat Radang Tenggorokan
Tidak seperti flu yang bisa sembuh sendiri, pilek akibat radang tenggorokan biasanya dipicu oleh bakteri streptococcus sehingga butuh antibiotik untuk mengatasinya. Radang yang tidak disebabkan oleh infeksi tidak akan menular, namun jika berdahak berarti ada infeksi sehingga bisa menular.

Selain dahak, radang tenggorokan akibat infeksi dicirikan dengan nyeri saat menelan, demam tinggi dan pembengkakan pada tonsil. Bakteri penyebabnya baru menular pada hari pertama munculnya gejala hingga 24 jam setelah minum antibiotik, dengan catatan antibiotiknya harus diminum sampai habis agar bakterinya benar-benar mati.

4. Bronkitis
Kuman pemicu bronkitis, baik virus maupun bakteri bisa tinggal hingga berminggu-minggu di saluran pernapasan. Namun kuman-kuman tesebut tidak akan selamanya bersifat aktif atau bisa ditularkan, karena pada masa tertentu si kuman akan tertidur.

Jika disebabkan oleh bakteri, maka pemberian antibiotik akan mempercepat inaktivasi kuman sehingga tidak menular. Masa kritis penularan kuman bronkitis tidak ditandai dengan gejala yang spesifik, namun bisa diperkirakan antara hari pertama munculnya gejala hingga 7 hari sesudahnya.

5. Pneumonia
Pilek yang dipicu oleh infeksi bakteri pneumococcus di paru-paru ini dicirikan dengan batuk, demam, menggigil dan sesak napas. Tidak ada pilihan lain, satu-satunya cara untuk membuat kumannya tidak aktif sekaligus mematikannya adalah dengan minum antibiotik sesuai petunuk dokter.

Masa kritis penularan bakteri pneumococcus adalah hari pertama munculnya gejala hingga 24 jam setelah mengonsumsi antibiotik untuk pertama kali.

6. Pilek Karena Alergi
Gejala pilek yang dipicu oleh alergi antara lain bersin-bersin, hidung meler dan sakit kepala. Karena merupakan reaksi tubuh yang terlalu sensitif terhadap pemicu alergi, maka pilek ini tidak pernah bisa ditularkan.

Namun kadang-kadang ada yang tertular saat berada di dekat orang yang pilek karena alergi. Menurut Charles Ericsson, MD dari University of Texas, dalam kasus seperti itu yang terjadi bukan penularan pilek tetapi secara kebetulan sama-sama mengalami pilek karena karena berada dalam kondisi lingkungan serta faktor pemicu yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar